My Photo

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Portal to Another Dimensions

  • Prensia Blogs

    This is a blog made by my church friend. Her blog is nicely decorated in pink, and her story is nicely decorated with truthfulness and honesty.
  • Go Beyond Your Expectation

    This newly made blog from my former campus friend at the time I added this blogroll entry is planned to be filled with motivational post.
  • My Daily Life

    This active blog is owned by my campus friend Henry Gunawan. You can find very much stuff there about simple daily life knowledge, ranging from IT to personality.
  • The Friendster Blog

    The Official Friendster blog - gives you all the latest on new site features and updates. What else I could say?
  • You're entering E4 blog

    My high school friend made this blog. Although we were never been able to be together again after the high school, but her writings about life ever since always become one of my favorite.
  • d'Journey

    My church friends Lea Aprilia made this blog to share her everyday life. This blog has been inactive for long times, but she has updated her blog recently.
  • J-ice

    My campus mate Janice made this blog to contain the thought in her heart that could not be expressed verbally and normally. You can found very much things about morality there.
  • Queen of Words

    This is an extraordinary blogs that written by a very talented writers Sianne Ribkah that once works as the editor of books Before 30. Her writings, usually with sharp words, often becomes my inspiration. In fact, my blog's writing style is based on her writing style.
  • The Travelling Salesman

    This is the blog of my church friend Andre. His blog often filled with the struggle about his leadership in church life.
  • Good Father

    This blog from Sony Wijaya is about his lifetime journey struggling in his Christian life to follow Jesus. Here you can find stories that told wholeheartedly.
  • Patzy: My Season

    This novelty-like blog of Patzy is very inspired by blog of Sianne Ribkah. It got very wide range of real-life stories.
  • The Future of Akamaru

    This Starwars-based blog written by Akamaru Protoss is quite interesting to explore. He often posted many different topics, from health to moral to spiritual one.
Powered by Friendster Blogs

2008.08.22

[109] HC: Ku Mau Berdiam

Ku mau berdiam dalam hadiratMu
Ku mau bersujud di tahta kasihMu
Sperti wanita yang datang mengurapiMu
Ku mau memberikan yang terbaik bagiMu

Ini adalah salah satu lagu yang kamu ajarkan padaku. Masih ingatkah kamu?
Hari ini, lagu ini menjadi inspirasi buatku, untuk memberi nasihat kepada seorang anak pemasaku, yang merasa bahwa dirinya sangat tidak berharga, yang merasa bahwa masa lampaunya terlalu kelam, yang merasa bahwa dosanya tak mungkin terampuni oleh Tuhan.

Tentunya itu karena dia tidak pernah mendengar apa yang dahulu pernah kulakukan! =) Kamu tentu tahu hal itu. Kalau dia pernah mendengarnya, mungkin dia akan bungkam, karena ada kemungkinan masa laluku jauh lebih buruk dari masa lalunya. Bukan begitu, temanku?

Karena itu, hari ini hal itu juga memberikan kekuatan kepadaku, bahwa selalu ada harapan di dalam Tuhan! Itu mujizat terbesar yang Tuhan berikan buatku setelah keselamatan: harapan!

Seorang Farisi, bernama Simon, mengundang Yesus makan. Yesus pergi ke rumahnya dan duduk makan. Di kota itu ada pula seorang wanita yang hidup dalam dosa. Waktu ia mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, ia datang dengan membawa sebuah botol pualam berisi minyak wangi. Ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya dan menangis sambil membasahi kaki Yesus dengan air matanya. Kemudian kaki Yesus dikeringkannya dengan rambutnya lalu diciumnya dan dituangi minyak wangi.

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hati, "Seandainya orang ini nabi, tentu Ia tahu siapa wanita itu yang menyentuh Dia, dan bahwa wanita itu hidup dalam dosa!" Lalu Yesus berkata kepada Simon, "Simon, ada sesuatu yang mau Kukatakan kepadamu." "Ya, Pak Guru," jawab Simon, "katakan saja."

Yesus berkata, "Ada dua orang yang berutang kepada orang yang meminjamkan uang. Yang seorang berutang lima ratus uang perak, dan yang seorang lagi lima puluh uang perak. Kedua-duanya tidak dapat melunasi utang itu, maka utang mereka dihapuskannya. Nah, siapa di antara kedua orang itu akan lebih mengasihi orang yang meminjamkan uang itu?" "Saya kira orang yang paling banyak dihapus utangnya!" jawab Simon. "Pendapatmu benar," jawab Yesus.

Lalu Yesus melihat kepada wanita itu dan berkata kepada Simon, "Engkau melihat wanita ini? Aku datang ke rumahmu, dan engkau tidak menyediakan air untuk membersihkan kaki-Ku; tetapi wanita ini sudah membersihkan kaki-Ku dengan air matanya, dan mengeringkannya dengan rambutnya. Engkau tidak menyambut Aku dengan ciuman, tetapi wanita ini tidak berhenti menciumi kaki-Ku sejak Aku datang ke sini. Engkau tidak menuang minyak di kepala-Ku, tetapi wanita ini sudah menuang minyak wangi di kaki-Ku. Sungguh: kasihnya yang besar itu menunjukkan bahwa dosanya yang banyak sudah diampuni! Kalau orang diampuni sedikit, ia akan mengasihi sedikit juga."

Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, "Dosa-dosamu sudah diampuni." Orang-orang lain yang duduk makan bersama Yesus mulai berkata satu sama lain, "Siapa orang ini sampai dapat mengampuni dosa?"

Tetapi Yesus berkata kepada wanita itu, "Karena engkau percaya kepada-Ku, engkau diselamatkan. Pergilah dengan damai!"

(Lukas 7:36-50 BIS)

Surabaya, 22 Agustus 2008 pukul 24.25.

                            

2008.08.16

[108] PR: Dancing On The Moon

Aku duduk termenung, di tengah kegelapan malam.
Lamat-lamat kusadari bahwa di luar sana, rembulan bercahaya.
Indah sekali, terang dan bersinar.
Membuat halaman rumahku serasa seperti memiliki seribu kunang-kunang.

Aku berjalan, aku naik menuju lantai dua di rumahku yang tak tertutup atap.
Di sini, di bawah cahaya rembulan, ku rasakan kesendirian yang sunyi.
Sendiri. Diam. Tanpa suara.
Hanya bunyi jangkrik yang bersahut-sahutan.
Namun itu pun tak mampu mengusir kesunyian di dalam hatiku.

Suatu kesunyian yang menyiksa. Suatu kesendirian yang menghujam.
Sebuah lingkungan yang terasa asing. Sebuah lubang di hati.
Namun demikian, aku tetap ditemani oleh cahaya rembulan malam ini.
Cahaya yang sungguh indah. Aku menatapnya.
Sebuah bulan yang bulat.
Sebulat persahabatan kita.

Sejauh apapun kau akan pergi, kita tahu bahwa kita akan melihat bulan yang sama.
Hal itu membuat hatiku dan hatimu akan tetap bersatu.

Malam ini, ketika aku melihat bulan itu, aku teringat akan lagumu.
Lagu yang sering kau perdengarkan untukku.

So I will dance with Cinderella
While she is here in my arms
'Cause I know something the prince never knew

Malam ini, dansa itu telah berakhir.
Tapi ku tahu, kapanpun kita mau, kita dapat melihat ke atas di waktu malam.
Di sana kan selalu ada bulan, seperti bulan yang bulat yang kulihat malam ini.
Sebulat persahabatan kita.

Dan di sana, di atas bulan itu,
sekalipun dipisahkan jarak dan waktu,
sekalipun tertutup oleh awan dan kabut,
suatu saat kita kan selalu dapat melihat bersama-sama seperti dahulu,
Cinderella yang terus berdansa bersama pangeran, sampai pada kekekalan.
Sekekal persahabatan kita.

Surabaya, 16 Agustus 2008 pukul 26.07. (17 Agustus 2008 pukul 02.07)

Cinderellaandprincec

2008.08.08

[107] PR: Tiada Yang Lain

Tiada Yang Lain

Di dalam hatiku ada dirimu
Hanya kaulah satu dalam hatiku
Tiada yang lain selain dirimu
Sbab tlah kutemukan kasih yang sejati di hidupku

Syukurku kepadaMu Tuhan!
Kau brikan yang terbaik untukku
Syukurku atas kebesaranMu:
Kau tumbuhkan cinta suci di antara kami

Syukurku kepadaMu Bapa!
Kau brikan hari bahagia ini
Janjiku kepadamu kasih:
Ku kan tetap setia sampai selamanya!
Ku kan tetap setia sampai selamanya!

Translation by me: (this translation is fit to be sung with the original melody)

No Other One

Deep inside of my heart, there's just you alone.
You are the only one engraved in my heart.
There's no other one, besides you alone,
Because I've found true love, the love I've searching for within my life!

Lift my praise, unto You Lord, my God.
You give me, the perfect person for me.
Lift my praise, for Your awesome greatness:
You plant in our heart the love as holy as Your love.

Lift my praise, unto You Lord, Father.
You give me, this wonderful day for me.
Lift my oath, for you my only love:
I will keep my faithfulness unto eternity!
I will keep my faithfulness unto eternity!

That's a song exclusively I reserved for my own wedding. I have a dream that one day when I married, I will sing this song at the stage, together with my soulmate.

But today, I broke that promise earlier. I sang it on my sister's wedding reception. I sat, I played the keyboard, and I conducted the rest of the band on-the-fly. And I sang. The song mentioned above.

With this, I gave my last tribute as a brother to his sister, a tribute of prayer, that they'll love each other everyday, That they will kept their promise to each other: I will keep my faithfulness unto eternity!

And this is the highest honor that I can give to someone, to bring out plays what I planned to keep for my most sacred day. And that honor goes to my sister. Love you sis! Hope the best for you, no matter what happened.

Surabaya, 08-08-08, pk 24.30.

[106] PR: The Happiest Moment

Today is the happiest moment in my life.

Correction. Today is the happiest and the most painful moment in my life.

Seeing her with her bride, I should be happy, right? Being happy is the most correct action to be done in this happiest moment of my sister, right?

But I don't know why I don't happy. My heart even aching.

I even can't stop my tears from flowing.

From the very first time, I never agreed with their relationship. I never agreed with their plans. And I never agreed with the background of her boyfriend.

But, as a good brother, I should support my sister's choice, right? As long as she is happy with her choice. Yes, as long as she is...

Maybe this is not as painful as it should, if her boyfriend live in Indonesia. But one of the real problem is that he live in United States. So it means that my sister one day must go to the United States, following her husband.

I know I will be in real pain when the time comes. And today just as painful as that day to come.

This day is a day that I have been watching about. There were no troubles going under the wedding procession in my home. But, when finally it's time for her to enter the wedding-decorated car to go to the hotel for another photo session, my heart suddenly aching. A monstrous and freaky feeling rose up in my head, in one conclusion: my sister, with whom I was always together in these past 21 years, is going to be taken away from me.

My heart scream, while my face is smiling and took her photos with her husband in the car. I feel like I want to grab her hand and shout, "NO! YOU CAN'T GO AWAY WITH HIM! WHO THE HELL IS HE?? HE IS A STRANGER TO US!" but those words never popped out from my lips. Instead, I say, "Good luck!" and smiling widely.

Well, maybe he's only a stranger to me, not to my sister. I'm already trying to get know him, but after all of my efforts, he's still a stranger to me. Or rather, maybe he's avoiding contact with me. I had a principle, when I marry someone, I also marry her family. But he never try something to get know me even a little. The efforts always come from me. And I can't accept that.

But, though I never say this to her, my heart always aching, when I accidentally heard her had little quarrel in the phone. Well, yes, they would never quarrel when they are in my home, but when they were separated, things get arousing. And I just can't stand listening to the madness in my sister's tone when phoning him when she's in quarrel with him.

Now I realized how much I love my sister, and how much I want the best for her. So much that it leaves a painful feeling in my heart to know that I can do nothing about her choice. Her will can't be changed. No words can change her mind. She's already giving her wholeheartedly. And that thinking again makes once again my tears flowing into my cheeks.

It was a long story about why I disagree with my sister's choice, but if the decision has been made, the whole family must support it. But I think I never can accept him to be part of my brother-in-law. Who is he? To me he's still just a stranger that met my sister for two days and then suddenly become her boyfriend less than a week. His heart is only marry my sister, not my family! It's just because I still respect my sister that I, with my fake personalities and mask that I have been left very long time ago after I met Jesus, respect him fakefully.

Well that's okay. I'm a big boy. I can endure this pain.

As long as my sister is happy. I can do everything. I can become everything. I can endure everything. Even these tears that kept flowing while I write this blog, all is wishing for my sister's happiness.

Yes. As long as my sister is happy, and live happily ever after, like those in the fairy tale. My adorable most-dear-to-my-heart one-and-the-only fairy tale sister. Look, she is in her wedding dress, smiling and waving, leaving with that wedding-decorated car. Isn't she beautiful? She is gorgeous, my only sister, that's it! The most beautiful sister in the world! I love to see her smile. I want to see her smile once again. Isn't she happy? Is she really happy? Will her smile stay on her lips forever? Will I ever see her smile again? Am I able to smile when see her beautiful smile? Will someone come and rob the smile for her lips? Will that day ever come? Will that day EVEN DARE TO COME?

I don't think so. Step over my dead body first.

If he ever, even just once, makes my sister cry, I SURELY WILL KILL HIM EVEN IF I HAD TO SEARCH HIM ALL OVER AMERICA! REMEMBER THAT! So if he still want to kept alive, he must make sure that my sister is happy everyday, that I know that my pain here was for nothing.

Correction again. Today is the most painful moment in my life.

And no one here knows my pain. I just have to get through this pain alone. No one understand. I even ever think, even God's can't. Tomorrow I'll just wake up from my bed, thinking that this is all just a dream, a nightmare that will be pass away. Yes, that's true. I'm very tired of crying right now, let me sleep just a while...

2008.08.06

[105] DA: My 1000th Friend

Hahaha, setelah aku mengklik tombol "Accept Friend Request" barusan, temenku di FS secara resmi mencapai angka 1000 heuheuehu. Benernya bukan prestasi-prestasi apa seh, cman pengen nulis aja. Tapi ini aku seneng, karena mulai dari jumlah friend masih 500, sampe 1000 ini, aku jarang banget add orang. Kebanyakan orang yang nge add aku. Justru kalo orang yang nge add aku, proses kenalannya bisa lebih enak. Kalo aku yang nge add orang, kebanyakan malah nda aku ajak ngobrol sama sekali wkwk. Kecuali kalo orang yang aku add itu adalah temenku sendiri.

Mau tau orang ke 1000 yang jadi friendku? Ini dia profilenya. ^^

Lalu, apa yang kudapatkan dari genapnya 1000 friend ku di FS ini? Yah sebenarnya nda ada seh, selain nambah teman. Ada dari teman-teman di FS itu yang aku akhirnya ketemu darat, nda cuman ngobrol di FS doank. Ternyata lewat FS ini sungguhan aku dapet banyak temen baru. Temen yang paling pertama aku ketemu itu namanya Tieky Christian, orangnya di Jakarta, seorang manajer marketing. Dan temen yang paling terakhir ketemu sampe saat ini Billy Bartenius, seorang broker valas di VAG Surabaya. Di antara mereka, yang aku inget, aku pernah bertemu sama Danny Rayau, seorang anak SMA Santa Agnes Surabaya, bersama temannya Edwin. Kemudian ada Angga, seorang mahasiswa Psikologi Ubaya. Ada baru-baru ini ketemu sama satu cewek ProM GMS waktu BBQan di rumahnya ce Lea, yang entah kenapa aku tiba-tiba lupa namanya. Aku juga ketemu sama Laurensius, yang ternyata adalah sepupu jauhku sendiri. Bentar lagi ada rencana mau ketemu sama satu orang lagi, namanya Yossi, seorang anak SMA di Tulungagung. Dia rencananya mau ke sini pas liburan awal puasa. Hehe. Seru bukan ketemu dengan banyak orang? ^^

Surabaya, 6 Agustus 2008, pukul 06.53.
Ditulis untuk menghargai 1000 friend ku yang kukasihi semuanya. I love you guys and gals! Hope we meet soon! ^^

2008.07.25

[104] RV: Sam Concepcion

Ya, begitu anda mendengarkan nama itu, mungkin saja lidah anda akan mbulet ketika menyebutkannya. Nama yang sedikit aneh memang, dan secara umum memang keanehan itu cukup umum buat sebuah nama orang Filipina.

Haha, ini adalah satu dari sejuta kemungkinan aku mereview tentang seseorang atau sesuatu. Kebanyakan itu didorong dari perasaan nge-fans atau kekaguman. Jadi, enjoy it. Aku sudah usahakan agar ini tidak terdengar seperti ensiklopedia, walaupun aku memang pada dasarnya suka untuk membuat ensiklopedia dan riset mendalam tentang sesuatu.

Baiklah, kalau dahulu aku pernah mereview tentang Back Dorm Boys yang tidak kalah panjangnya, kali ini aku mau mereview tentang seorang artis yang sebenarnya cukup luar biasa tapi entah kenapa kok tidak terdengar.

Biography

262220802l

Full Name: Samuel Lawrence Lopez Concepcion
Popular Name: Sam Concepcion
Birth Date: 17 Oktober 1992
Father: Raymund Concepcion
Mother: Gene Concepcion
Siblings: Kuya Red (22), Diko Kevin (21), Gabby (11)
Location: Phillipines
Musical Influence: Gary Valenciano, Michael Jackson, Usher, and Christian Bautista.

Siapakah Sam Concepcion sebenarnya sehingga Martin mau repot-repot bikin review tentangnya?

Secara umum, Sam Concepcion adalah jebolan dari sebuah acara pencari bakat di televisi yang bernama Little Big Star (LBS), yah semacam Philipinne Idol gitu lah. Sebelumnya sebenarnya Sam sudah mulai merambah dunia media, lewat iklan, teater, dan menyanyi. Hanya saja, dia baru benar-benar melejit setelah menjuarai ajang pencarian bakat LBS itu.

The Beginning

Aku itu kan memang punya sebuah kebiasaan untuk suka jalan-jalan dari satu profile friendster ke profile friendster yang laennya, sambil buka-buka foto kalo pas ada yang menarik.

28468482637555l

Sampai di sebuah profile, aku heran, karena ada beberapa foto-foto yang nda sama dengan foto yang lainnya, yang sudah jelas itu berarti fotonya orang lain. Aku buka foto itu, dan tertulis di bawahnya: "Grabbed from Sam Concepcion".

Wuah, nama apa pula itu? Pikirku. Tapi karena itu nama yang menarik, aku buka profile friendster itu. Ternyata profile friendster itu adalah sebuah fan profile, yaitu profile yang diperuntukkan bagi para artis-artis. Di situ tertulis "Singer". Woah, Sam Concepcion ini adalah seorang penyanyi rupanya. Trus aku lihat di shoutoutnya: "Notice: This is not a real Sam Concepcion's profile, but this profile made for the samsters."

Aku awalnya nda ngerti, apa itu samster. Tapi sejalan dengan aku riset, aku kemudian jadi tahu. Tapi lebih baik kita bahas saja cerita tentang Sam Concepcion dari awal.

 

Childhood

28467891765072l

Sejak dari kecil, Sam sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kalau dia memang berbakat dalam hal menyanyi dan menari. Menurut Wikipedia, pada umur 2 tahun, dia sudah bisa menyanyikan lagu sambil menari mengikuti sebuah lagu yang simple. Bahkan pada umur 5 tahun, dia sudah mulai merambah di dunia teater.

Karena ni anak sebenarnya sudah tenar semenjak kecil, makanya kalo temen-temen cari di internet, foto nya dia pas masih kecil itu lumayan banyak. Paling kecil temen-temen bisa nemuin fotonya sekitar umur 12 tahun.

Child Career

Tidak terlalu banyak diketahui perkembangan karirnya ketika dia anak-anak, sekitar SD begitu. Tapi secara umum menyebutkan bahwa ketika dia SD, dia banyak mengambil peran-peran teater.

5: Tahun 1997 - Pada umur 5 tahun, Sam memerankan peran teaternya yang pertama di dalam sebuah paduan suara. Hal ini mengantarkannya dengan cepat pada peran sebagai Joze Rizal dalam "Sino Ka Ba, Joze Rizal" (Feb 2002). Ketika memainkan peran itu, David Cosico melihat bakatnya dan tak lama kemudian menjadi manajernya. David kemudian mendorong Sam untuk tergabung dalam Trumpets Playshop, yang menajamkan kemampuannya untuk bernyanyi, menari, akting, modelling, dan membawa acara.

28468698458321l

9: Tahun 2001 - Karena didikan di Trumpets Playshop itulah, pada umur 9, Sam sudah berubah menjadi seorang artis siap pakai dan seorang aktor teater, yang telah membawakan berbagai pertunjukkan, termasuk pertunjukkan teater adaptasi dari film "The Lion, The Witch, and The Wardrobe", di mana dia berperan sebagai Edmund.

12: Tahun 2004 - Sebelum Little Big Star (LBS), Sam sudah tampil di televisi dalam berbagai bentuk. Dia pernah tampil di iklan Maggie bersama ayahnya, sebagai anak kecil rapper. Dia juga pernah tampil dalam show anak-anak di televisi. Namun dia juga masih tetap menjalankan kegiatan teaternya, tampil dalam judul Peter Pan and the Time Machine (Dec 2004), Ragnarok (2004), dan Mr. Noah’s Big Boat (August 2004). Selain akting, dia juga berperan sebagai host dalam sebuah acara rohani A.S.T.I.G (All Set To Imitate God, 2005), sebuah acara yang menyajikan cerita tentang Tuhan dan penyembahan. Selain itu, dia juga pernah tampil di acara konser Christian Bautista, seorang artis Filipina juga. Secara umum, Sam berulangkali disebutkan adalah yang berumur paling muda di jajarannya ketika menerima penghargaan ini atau penghargaan itu.

Sam_bench Bahkan sebelum kemenangannya di Little Big Star, dia mendapat banyak tawaran di dalam media lain. Sebuah perusahaan baju Bench merekrutnya untuk menjadi duta iklannya. Salah satu hasil fotonya bisa temen-temen lihat di foto sebelah kiri ini. Dia tampil di banyak majalah dalam bentuk artikel maupun cover majalah, di antaranya K-Zone, Total Girl, YES!, Hi, Inside Showbiz, Star Studio.

Teenage Career

Sam 14: Tahun 2006 - Pada umur 14 tahun, dia mengikuti kontes pencarian bakat bernama Little Big Star, dari stasiun televisi bernama ABS-CBN. Di sana Sam sangat terekspose. Serunya, dia dengan mudah mendapatkan perhatian para juri dan penonton, dan secara konstan menjadi favorit pilihan pemirsa. Lewat vote para pemirsa, Sam terpilih menjadi "My Favourite Star" (bintang terfavorit, 11 Maret 2006), sementara lewat penilaian para juri, Sam terpilih menjadi "The Brightest Star" (bintang yang paling bersinar, 8 April 2006). Di grand final itu, Sam membawakan lagu "I Can't Stand Still", lagu yang mengantarkannya menjadi pemenang dalam lomba itu. Dan jelas, oleh karena kemenangannya, Sam pun didapuk untuk membuat album debutnya, yang kemudian dirilis September 2007.

8cb4f7f91

15: Tahun 2007 - Setelah perlombaan itu, Sam pun meraih jauh lebih banyak lagi. Dia merambah ke dunia teknik dubbing, lalu tampil pula di acara primetime show ABS-CBN Super Inggo, sebagai Boi Bawang, salah satu karakter utama. Aku kurang tahu tentang acara ini, tapi karena ini disebutkan berulang kali di internet, aku rasa ini adalah sebuah acara yang digemari, yah mirip acaranya Indo yang Tersanjung 1 - 6 itu loh (eh, Tersanjung 7 itu ada gak sih?). Selain itu juga bermain di film Walang Kapalit, sebagai Piolo Pascual. Ada juga permainan teaternya dia (secara dia memang asalnya berangkat dari dunia teater) yang cukup terkenal, High School Musical, yang diadakan oleh Disney, yang merupakan adaptasi dari High School Musical The Movie. Memang secara umum, kebanyakan permainan teaternya Sam itu berhubungan banget dengan Musical Theater, karena ketika aku lihat video-videonya dia di Youtube, wuah dia pinter banget nge-dance. Di kiri atas ini temen-temen bisa lihat salah satu foto di selebaran promosinya, dengan Sam adalah yang di tengah memakai baju garis-garis merah. Sementara kasak-kusuknya, yang di paling kanan memakai baju warna biru itu adalah Kevin Concepcion, yang (kemungkinan besar) adalah kakaknya yang aku sebut di atas tadi. Di tahun ini pula, albumnya yang berjudul Sam Concepcion "Debut Album" dirilis. Beberapa singlenya yang berjudul 01. Even If, 02. Happy, dan 03. I'll Find Your Heart, itu aku udah dengerin, dan UENAAAAAAAKKKK CHOY!!! Enak lagunya, enak suaranya. Dan kalo temen-temen cari video music nya di Youtube, juga bagus video clipnya. Apalagi yang video clip untuk lagu Happy itu, kayak orang prewed! Pas banget untuk acara married. Kalau mau dilihat-lihat seh, liriknya lagu Happy itu kok kayak lagu rohani yah...

Samconcepcionwithmyxawardb

almost 16: Tahun 2008 - Masih banyak lagi yang Sam dapatkan. Selain sebagai host tetap di YSpeak dan host semi-regular di ASAP '08, dia juga menjalankan beberapa tour untuk berbagai tujuan. Yang pertama tentu untuk promosi album debutnya yang dirilis September 2007, di mana dia tour dari mall ke mall. Sementara yang kedua, Sam didaulat menjadi Youth Role Model and Spokesperson oleh Departemen Pendidikan Filipina. Oleh karena itu, Sam menyemangati anak-anak seluruh Filipina agar memprioritaskan pendidikannya. Yang ketiga, Sam juga didapuk menjadi spokeperson oleh Business Software Alliance's B4USurf, bagi kampanye penggunaan internet yang aman dan memerangi pembajakan. Ditambah Sam mendapatkan kontrak sebagai Star Magic talent dalam konsep ABS-CBN's Star Magic talents, di acara ASAP '08 pada tanggal 10 Februari 2008. Dan yang paling anyar dan penting, Sam mendapatkan penghargaan di posisi ketiga sebagai Artis Baru Terfavorit di Myx Music Awards (Maret 2008). Di kanan ini temen-temen bisa lihat Sam dengan Myx Awardnya.

Dan seakan semua itu belum cukup, sebagai tambahan, Dreamworks (ya, THAT Dreamworks...) menarik Sam untuk membuat versi localized Filipina dari lagu Kungfu Fighting, yang merupakan OSTnya film Kungfu Panda. Tentu temen-temen semua udah pernah denger kan tentang film ini? Jadi ternyata khusus untuk film Kungfu Panda yang diputer di Filipina, lagu OST nya itu memakai Sam Concepcion sebagai pengisi vokalnya! (Mei 2008)

The Point Is...

Lalu, kembali ke pertanyaan tadi, mengapa kok aku mau susah-susah ngereview seseorang yang bernama Sam Concepcion?

Alasan yang paling mudah adalah, ya karena pas saat ini lagi tiba-tiba ngefans aja sama Sam Concepcion. Suaranya memang sungguhan enak! Dance nya memang sungguhan keren! Tapi tokh perasaan ini bakal hilang dalam seminggu.

Jadi alasan yang lebih utama adalah, ketika aku membaca dan meriset tentang semua achievementnya dia, yang dia capai bahkan dalam umur BEFORE 16 (3 bulan kurang dari sejak di post kan nya artikel ini, baru dia mencapai umur 16)! Aku untuk membaca semua achievementnya dia saja, terasa capek. Apalagi untuk menjalani hidup seperti dia. Tapi tetap harus diacungi 100 jempol, bahwa gaya hidup yang fokus itu lah yang dapat membuat seseorang dapat mencapai apa yang luar biasa dalam hidupnya. Sementara aku meriset, aku mendapati bahwa yang dia lakukan semata-mata hanya satu: FOKUS! Dia fokus banget dalam mempelajari seni entertainment, menari, menyanyi, akting, bahkan dia juga mampu bermain piano dan gitar kalo nda salah. Ampun jeng! Hahaha. Aku sedari mempersiapkan artikel ini, terus berpikir, apa yang akan terjadi bila seandainya di dalam hidupku yang sebelumnya, aku juga fokus mengembangkan apa yang benar-benar menjadi talentaku, dan karena aku punya beberapa talenta yang sangat tidak nyambung, aku juga berpikir, apa yang akan terjadi seandainya aku memilih untuk fokus ke sebuah talenta dan melupakan yang lain. Mungkin saja aku tidak menjadi Martin yang sekarang. Mungkin saja aku akan jauh lebih sukses, atau kebalikannya, jauh lebih tidak sukses. Tapi sebenarnya rumus teori kesuksesan berkata, kesuksesan selalu tersedia bagi orang yang fokus.

Tapi alasan di balik kefokusan Sam sebenarnya adalah passion yang dia punya terhadap dunia tarik suara dan entertainment tersebut. Coba temen-temen buka di Youtube, cari dengan kata kunci "Sam Concepcion Dancing". Atau cari video ketika dia di grand final Little Big Star. Keliatan banget dia bener-bener menjiwai, bener-bener menikmati apa yang sedang dia lakukan. Aku selalu mengulangi kepada diriku sendiri sebuah kata-kata bijak yang aku pernah denger, dan aku pegang sampe sekarang:

Sebuah pekerjaan adalah sesuatu yang kamu harus lakukan.
Sebuah hobi adalah sesuatu yang kamu ingin lakukan.
Sebuah pekerjaan yang luar biasa, itu adalah bila kamu tidak bisa membedakan antara keduanya (apakah kamu sedang melakukan hobi atau sedang melakukan pekerjaan - sebab kamu memang senang melakukan apa yang menjadi pekerjaan itu seakan itu sebuah hobi).

Karena itu, malam hari ini aku sekali lagi bertanya kepada diriku sendiri, WHAT IS IT THAT I REALLY WANT TO DO IN MY LIFE? Aku memang sudah terlambat 9 tahun bila dibandingkan dengan Sam Concepcion, tapi bila dibandingkan dengan papaku, tentu aku lebih cepat 30 tahun untuk memikirkan hal ini! There is still time to turning back, but if I do want to focus, seharusnya aku tahu jawaban apa yang harus kuambil, sebab saat ini aku sedang berjalan di jalur itu. Seperti yang temen-temen bisa baca di entry blog-blog ku sebelumnya.

Nah, bagaimana dengan teman-teman? Jawaban apa yang temen-temen ambil? Ambil keputusan sekarang juga sebelum terlambat, karena penundaan keputusan itu sama artinya dengan membuang-buang kesempatan untuk mencapai selangkah masa depan yang lebih tinggi lagi!

Surabaya, 25 Juli 2008, pukul 21.50.
NB: Buat temen-temen yang memperhatikan, Sam Concepcion itu entah kenapa mirip banget sama Huang Yixin di artikelku tentang Back Dorm Boys...

2008.07.18

[103] A Letter To Someone

Tentu kamu tahu, dari beberapa hal yang telah terjadi, dan telah kutunjukkan di Friendster ini, apa yang sedang berlalu di dalam pikiranku. Seharusnya aku sudah harus dari dulu melakukan hal ini, dan oleh karena aku tidak melakukannya, aku bersalah kepadamu. Maafkan aku.

Surat ini kutujukan kepadamu. Bukan, bukan kepadamu yang adalah temen biasa gue. Juga bukan kepadamu yang pernah satu kampus sama gue. Surat ini kutujukan kepada kamu yang aku bahkan belum pernah bertemu muka dengan muka denganmu. Bila kamu ingin meyakinkan diri, kamu itu adalah orang yang kumaksud bila ketika kamu mengecek, kamu sudah tidak termasuk dalam daftar "friend" ku di friendster karena aku delete. Bukan, bukan karena aku membencimu. Tapi justru karena aku menyayangimu maka itu aku harus melakukan hal ini.

Tentu aku telah berulangkali menyatakan kepadamu, bahwa kita tidak mungkin melanjutkan hubungan yang sangat tidak mungkin ini. Tetapi hal itu ternyata sulit untuk dilakukan. Berulangkali hubungan itu kemudian terjalin lagi. Memang, sangat sulit untuk menahan perasaan ini. Tapi kamu dan aku tahu, bahwa hal ini sangatlah tidak mungkin untuk dilanjutkan.

Sekalipun hal berikut ini mustahil, aku pernah berpikir, andai saja kita berada di suatu kehidupan yang lain, mungkin saja kita bisa bersama. Tetapi sayang sekali itu bukanlah kenyataan yang sekarang sedang kita hadapi.

Belakangan ini, ketika aku berusaha membulatkan hatiku untuk takut akan Tuhan, selalu di benakku terlintas wajahmu. Dan setiap kali godaan itu datang, "Sungguh kah ini benar-benar hal yang ingin kamu lakukan?" Namun kita berdua tahu, pada ujung-ujungnya nanti, tidak akan ada hal apapun yang bisa kita dapatkan dari hubungan ini, selain suatu rasa sakit. Bukan karena kita saling menyakiti, tetapi karena kita menyakiti diri kita masing-masing karena kita tahu hasil akhirnya bukan "they will live happily ever after". Jadi, berbekal dengan logika sederhana itu, aku memihak kepada hatiku yang baru, hatiku yang masih lemah, namun mau belajar untuk melihat dan mengikuti cahaya yang baru di dalam kehidupanku.

Sejujurnya, aku sering berpikir, tidak mungkinkah aku untuk terus hidup bersahabat denganmu, sambil aku tetap dapat membulatkan hatiku kepada Tuhan? Namun, ketika aku mengingat hal itu, ada suatu kalimat yang terus terngiang-ngiang dalam diriku "Jangan meresikokan hubunganmu dengan Tuhan!" Bila aku diminta untuk mengambil sebuah action yang tidak meresikokan hubunganku dengan Tuhan, maka satu-satunya langkah yang bisa kutempuh adalah dengan instan memutus hubunganku denganmu. Seakan-akan kita tidak saling mengenal. Hanya itu satu-satunya alasan yang logis, karena bila aku mengusahakan sebuah "sesi pembicaraan terakhir" untuk sekedar mengatakan "selamat tinggal", maka itu justru akan kembali menjadi awal dari segala sesuatu, seperti yang selalu terjadi selama ini. Maafkan, namun setelah kutimbang-timbang dengan neraca model apapun, aku tetap tidak bisa menukarkan Tuhanku. Hubunganku denganmu secara otomatis menempatkan aku dalam sebuah pilihan yang sulit: memilihmu atau memilih Tuhan. Sebab, seperti yang kamu tahu, setiap kali aku berbicara denganmu, aku menjadi tidak stabil, tidak waras, gila secara emosi. Kondisi itu yang membuat tidak ada pilihan "memilih kedua-duanya". Tetapi, aku hanya memiliki satu Tuhan, dan aku tidak berencana menukarkannya dengan apapun. Bukankah kamu juga mengetahui kebenaran itu, karena kamu pernah hidup di dalamnya?

Tapi sungguh, aku sama sekali tidak membencimu. Kamu tentu tahu benar isi hatiku. Dan aku tetap mengatakan hal yang sama seperti dahulu, bahwa aku tidak pernah menyesali waktu-waktu kebersamaan kita, sekalipun itu adalah hal yang salah. Itu adalah waktu-waktu yang indah, yang tetap akan kukenang seumur hidupku. Juga adalah suatu kebahagiaan di hidupku, bila ternyata lewat hubungan yang salah ini pun, aku juga bisa membawamu kembali ke Gereja. Aku hanya takut satu hal: kamu akan kembali lagi ke kehidupan lamamu seperti yang kamu pernah ceritakan itu, oleh karena orang itu pergi dari kehidupanmu. Aku tidak mau itu! Tapi untuk mengatakan kepadamu hal itu dengan berhadapan muka, aku pun tidak mampu. Bukan tidak tega, tetapi karena menurut prinsip jangan meresikokan hubungan dengan Tuhan, hatiku melarangku untuk menghubungimu sama sekali.

Kamu tahu, aku kini mengasihimu, seperti adikku sendiri. Aku sayaaang sekali sama kamu. Dan sebagai kakak yang baik, aku tidak mau membuat adikku yang tersayang kembali terjerumus jatuh dalam dosa. Kakak macam apa aku ini? Tapi dari beberapa kali pengamatan, aku mengetahui bahwa aku sudah menyerahkanmu kepada seorang pemimpin yang tepat. Belajarlah dari pemimpinmu, percayailah dia seperti kamu mempercayaiku, dan pada suatu saat, aku berharap bahwa kamu akan memenuhi janjimu untuk menceritakan semua tentang perihal hubungan ini dan masa lalumu, untuk kamu kemudian dilepaskan dan dipulihkan. Itu satu hutangmu padaku yang akan kutagih selama aku hidup. Aku sudah tidak memperdulikan tentang diriku dan image tentang diriku. Andaikan pemimpinmu menganggapku buruk, aku tetap bisa terima itu, asalkan kamu sembuh. Hanya itu satu-satunya keinginanku. Dengan seluruh sisa perasaan yang masih bertahan di dalam hatiku, satu doa itu kupanjatkan kepada Tuhan malam hari ini: agar Dia membuka bagimu masa depan yang baru, masa depan yang tidak dibayang-bayangi dengan perasaan bersalah, masa depan yang sungguh-sungguh cerah, bukan cerah yang palsu, tapi cerah yang benar-benar indah. Lupakanlah tentang aku, janganlah pernah menghubungi aku lagi, karena hubunganmu denganku yang semakin jauh tidak akan membawa kebaikan apa-apa untukmu. Sekali lagi, ini bukan karena aku membencimu, tetapi, adikku sayang, karena aku mengasihimu, maka aku hari ini rela melepaskanmu dengan sepenuhnya, tanpa kutahan-tahan lagi. Masakan aku hendak menahan-nahan masa depan yang indah dari adikku?

Engkau boleh mengenang aku. Aku pun mengenang mu. Jadikan itu sebagai kenangan yang manis di hidup ini, bahwa hal itu pernah terjadi. Tetapi jangan jadikan itu sebagai hambatan untuk kamu maju di masa depan. Sungguh, satu yang kurindu, kamu benar-benar memiliki masa depan yang cerah di hadapan Tuhan. Jadikan semua pengalaman ini pelajaran yang semakin membuat kamu dewasa. Kamu pernah berkata bahwa kamu mendukung komitmenku untuk memiliki hubungan yang utuh dan bulat kepada Tuhan, bukan? Karena itu, untuk memiliki hubungan yang utuh dan bulat kepada Tuhan itu, pada hari ini aku berkomitmen secara terbuka untuk tidak pernah lagi membalas smsmu, tidak pernah lagi membalas messagemu, tidak pernah lagi membalas commentmu, tidak pernah lagi chatting denganmu, dan tidak pernah lagi menjalin hubungan denganmu. Hal itu sesungguhnya agar kamu lebih mudah untuk melupakan aku. Mungkin akan ada air mata. Mungkin akan ada kesedihan. Tapi jadikan itu sebagai pemacu, bahwa kamu tidak akan mau lagi untuk merasa sedih seperti itu dengan menjalin hubungan yang salah seperti ini. Milikilah pemikiran "sekali merasakan ini seumur hidup, sudah jangan lagi!"

Sibukkanlah dirimu dengan komunitasmu yang baru di sana yang dengan susah payah kukenalkan kepadamu. Sungguh, mereka itu adalah teman-teman yang sejati. Bukannya mereka tidak bisa berbuat salah, namun sepanjang pengetahuanku, ketika mereka kelihatannya berbuat salah, mereka selalu melakukannya untuk suatu maksud yang baik. Bahkan teman-teman yang seperti itu lah yang mampu membuatku tegak berdiri sampai hari ini. Karena itu pesanku, apapun yang terjadi, jangan sekali-kali meninggalkan komunitas itu! Karena itu sama seperti seekor domba yang meninggalkan kandangnya dan lepas dari kawanannya -- makanan empuk buat serigala. Aku mungkin memang tidak bisa memberikan hal yang sangat luar biasa. Namun bagiku, aku sudah memberikan satu hal yang terbaik yang kumiliki yang bisa kuberikan kepadamu, yaitu komunitasku. Komunitas itu yang akan membuatmu terus bertumbuh, dan membetulkan langkahmu bila kamu melenceng. Jadi, percayalah kepada mereka! Percayalah bahwa sungguh-sungguh tidak ada penghakiman di dalam rumah Tuhan, sehingga ketika kamu bercerita tentang hal apapun, bahkan tentang hubungan ini, mereka tidak mungkin akan melihat dengan mata yang menghakimi. Karena kita tahu, siapakah yang bebas dari dosa, sehingga dia berhak menghakimi? Biarlah dia yang melemparkan batu pertama kali. Aku pun juga sudah bercerita tentang hal ini kepada pemimpinku, dan dia yang meneguhkan keputusanku untuk melakukan hal ini: memutuskan hubungan denganmu secara instan. Dia tidak tertawa terbahak-bahak ataupun memandang dengan perasaan remeh bahkan ketika aku menceritakan hal yang paling memalukan sekalipun dari hubungan ini. Tetapi yang dia lakukan adalah dia support aku dan percaya bahwa aku bisa terus maju. Aku percaya, bahwa aku sudah memberikan hal yang paling baik yang aku bisa berikan kepadamu, karena itu aku mohon dengan sangat untuk kamu menjaganya baik-baik -- jangan keluar dari komunitas itu walau ada bom sekalipun!

Ini adalah suratku yang terakhir kepadamu. Karena itu aku berusaha memasukkan semua apapun yang aku bisa pikirkan dan rasakan. Namun hatiku telah mulai berbicara, bahwa semakin aku memperpanjang surat ini, semakin aku meresikokan hubunganku dengan Tuhan. Jadi aku dengan ini undur diri dan pamit dari kehidupanmu, adikku sayang. Semoga ketika kita saling menjaga komitmen kita masing-masing kepada Tuhan, Tuhan akan bermurah hati dan pada akhirnya akan mengijinkan untuk mempertemukan kita kembali dalam rencanaNya yang tak terduga, sebagai kakak dan adik yang dapat mengasihi secara tulus. Aku, Martin, menunggu saat itu terjadi, Tuhan! Salam sayang untukmu, aku mengasihimu selalu. Tuhan memberkatimu ke manapun engkau pergi.

Surabaya, 18 Juli 2008, pukul 24.00 tepat, menandakan dimulainya hari yang baru, harapan yang baru, bagi kamu dan aku.

2008.07.17

[102] R: Worship Revolution

Hhhh... berakhirlah sudah hari-hari melelahkan mengikuti workshop praise and worship di Gereja Mawar Sharon... Luar biasa. Ketika mengikuti workshop ini, aku bahkan merasa jauh lebih capek ketimbang bekerja.

Jadwal kegiatanku secara umum dalam 2 hari ini adalah:

Hari 1:
Pagi: Seminar dan khotbah
Siang: Workshop
Sore: Lomba Band
Sampe rumah: jam setengah 1 malam

Hari 2:
Pagi: Seminar dan khotbah
Siang: Workshop
Sore: Konser Lifetree
Sampe rumah: jam 12 malam

Tentu pulang malam bukan karena lanjut menu acara sampingan ajeb-ajeb, tapi karena ada yang perlu dibicarakan, dan juga nganter-nganterkan orang pulang. Dua hari ini badan rasanya sakit semua, hampir-hampir mau sakit. Sampai-sampai untuk menjaga agar tidak sampai sakit, hari pertama aku jejali dengan Vitacimin, dan hari kedua aku jejali dengan Enervon-C. Tentu bukan menu 3x sehari makan Enervon-C dan Vitacimin, bisa-bisa aku jadi tulang seksi. Ya maksudnya suplemen makanan tambahan gitu lah, di samping susu satu galon yang biasa kuminum tiap pagi dan malam, dan makanan bergizi 1 sehat 2 sempurna sebab makan mie terus. Soalnya waktunya kejar-kejaran terus, abis workshop selesai pukul 4, aku harus segera memacu mobilku menuju rumah untuk segera mandi dan makan, sebab pukul 6 sudah harus di gereja lagi. Supaya tidak terlambat, dan juga supaya nda tengsin karena kalah cepet makannya sama monyet gua, gua minta dibikinin mie terus supaya makannya cepat. Jadi lah 2 hari ini keadaan gizi gue rada kacau. Tapi ya kalo sampe nda sakit, ya luar binasa lah. Jadi ya harus bersyukur juga sama Babe.

Karena gue punya prinsip, kalo lagi di gereja, sekalipun bom hendak meledak di samping gue, gue nda bakal bergeming (kecuali bom kentut temen pemasa gue tentunya, yang baunya konon bisa bikin gajah alzheimer). Jadi, banyak temen-temen gue yang hubungin gue selama dua hari ini, hampir nda kuangkat semua. Lha gimana, gue hampir seharian selama dua hari ini di gereja terus. Selain karena ku silent, juga karena materinya susah-susah. Ini di silent aja masih nda gape materinya, apalagi kalo sampe masih terima telpon dan sms sana sini, bisa-bisa otak gua meleleh beneran jadi sup otak-otak... lho... emang ada?

Hmm... hari ini ceritanya nda banyak sih. Sebenarnya gue nda mau ceritain tentang aktivitas gue sepanjang dua hari itu. Tapi gue mau ceritain hal singkat yang gue dapet dari seminar di hari kedua. Hari kedua itu seminarnya lebih banyak berbicara tentang "inner beauty" seorang pelayan Tuhan di hadapan Tuhan. Pdt Judy Koesmanto pada sesi seminar pertama menerangkan tentang karakter seorang pelayan Tuhan, sementara pdt Philip Mantofa pada sesi seminar kedua menyampaikan tentang kekudusan. Dua hal ini benar-benar sangat mengena di dalam hatiku. Sesi yang satu membuatku bertobat, sesi yang satu lagi membuatku diteguhkan dalam pertobatanku.

Kalau hendak dirangkum ulang hal yang aku paling dapatkan, seorang pelayan Tuhan harus membangun karakter di hadapan Tuhan. Tanpa karakter, Tuhan tidak berkenan dengan pelayanannya. Karakter itu ada banyak macam pembahasan waktu itu, tapi yang paling mengena buatku adalah tentang integritas. Apa yang kamu lakukan ketika tidak ada siapa-siapa di sekitarmu? Apakah kamu akan tetap setia kepada Tuhan, atau kamu mulai melakukan hal-hal yang melenceng? Hal ini jelas-jelas menusuk (dengan lemah lembut, baik hati, dan tidak sombong tentunya, soalnya kalo keras-keras, berdarah ntar), sebab memang aku masih punya beberapa hal-hal tersembunyi yang kadang-kadang masih kulakukan. Jadi aku bertobat dari ketidak-integritas-anku, dan mau belajar untuk menjadi orang yang lebih berintegritas. Satu kalimat luar biasa yang aku dengar adalah "Tuhan itu sensitif terhadap orang yang merindukan Tuhan."

Sementara ketika ko Philip khotbah, dia menceritakan bahwa ketika seseorang sudah memutuskan untuk berkomitmen terhadap hal yang benar, maka Roh Kudus itu akan mengurapi keputusan itu dan akan membantunya untuk mencapai keputusan itu. "Kekudusan itu gampang," katanya. "Cukup dengan kamu membulatkan hatimu untuk mengikuti Tuhan. Apa itu takut akan Tuhan? Bukan takut ketakutan: 'hayo... belum saat teduh ya?' atau 'hayo... lagi menggosip ya?' tapi takut bahwa jangan-jangan apa yang akan kulakukan ini melukai hati Tuhan!" Begitu. Buat ko Philip, dia nda terlalu masalah bila melangkah ke dalam sebuah tempat yang penuh godaan buat dia. NAMUN, bila hal itu bisa tidak dia tempuh, dia tidak akan menempuhnya, sebab prinsipnya dia: sekalipun aku tahu bahwa aku tidak akan ngapa-ngapain di tempat yang penuh godaan dosa itu, aku TIDAK AKAN MEMBAHAYAKAN hubunganku dengan Tuhan! I WILL NOT endanger my relationship with God!

Hal itu yang menyentakkan aku. Selama ini aku pun punya pemikiran seperti itu ketika menjalin hubungan dengan beberapa orang. "Ah, aku nda mungkin ngapa-ngapain lah Tuhan sama orang-orang ini," sahutku dalam hati membenarkan diri, sekalipun aku merasa bahwa hatiku ini nda sreg. Tapi demi tadi aku mendengar kalimat itu, aku tiba-tiba seperti dibangunkan dari mimpi: hei, aku ini sedang membahayakan hubunganku dengan Tuhan! Sama seperti ilustrasi yang diberikan ko Philip, dia punya dua orang anak yang masih balita. Sekalipun dia tahu bahwa anak-anaknya kalo nyebrang jalan itu nda akan kenapa-kenapa karena di sekitar daerah Gereja Mawar Sharon itu banyak satpam yang akan melindungi anak-anaknya, tapi DIA TIDAK MAU AMBIL RESIKO MEMBAHAYAKAN ANAK-ANAKNYA. Bahkan ketika dia denger suara anaknya lagi ada di lobby gereja gitu aja, dia udah buru-buru turun untuk memastikan bahwa anaknya tidak sedang menyebrang jalan tanpa dia. Padahal jarak antara lobby dengan jalan itu masih cukup jauh, masih 15 langkah orang dewasa. Tapi, aku menangkap intinya: apakah harus nunggu anaknya berada dekat sekali dengan truk yang lewat baru dia teriak-teriak? Itulah artinya TIDAK INGIN MEMBAHAYAKAN HUBUNGAN DENGAN TUHAN. Dan itu hanya bisa dicapai bila aku mau membulatkan hati untuk mengikut Tuhan. Tuhan nda ingin persembahan yang sempurna. Tapi, Tuhan ingin persembahan itu UTUH, yang BULAT. Satu, utuh, bulat, tidak terbagi-bagi. Keseluruhan. Itu aja.

Akhir dari seminar tersebut, aku membuat empat buah komitmen, yang mungkin akan membuat sedih beberapa orang... tetapi...

Ya Tuhan, bulatkanlah hatiku untuk takut akan namaMu!

Surabaya, 17 Juli 2008, pukul 25.50, atau 18 Juli 2008 pukul 01.50.
Aku berharap mereka mengadakan acara seperti ini lagi tahun depan...

2008.07.16

[101] R: A Success Without Failure

"Anyone who has never made a mistake has never tried anything new." - Albert Einstein

"Remove failure as an option." - Joan Lunden

"Success is the proper utilization of failure." - Unknown

"A man is not finished when he is defeated. He is finished when he quits." - Richard Nixon

"Success is going from failure to failure without a loss of enthusiasm." - Sir Winston Churchill

"Many of life's failures are men who did not realize how close they were to success when they gave up." - Thomas Edison

"If our lives free of failures, maybe we should check, whether we are still alive." - Unknown

"Don't blame those who try and fail, blame those who fail to try." - Unknown

SEPANJANG hidupku, mungkin aku pernah bilang ke beberapa temen deketku, kalo, yah, hidupku fine-fine saja. Terbilang cukup bahagia malah. Memang bila hendak diceritakan, masa SD ku tidak begitu bagus, dan masa SMP SMA ku aku termasuk orang yang kurang pergaulan. Tapi paling tidak masih lebih baik dari masa kecilnya anjingku yang sering kubuat kain pel. Mungkin gara-gara itu rambutnya anjingku sekarang berubah kehitaman dan keriting seperti rambutan. Kalau diikutkan kontes miss alien, mungkin menang kali ya, sebagai wakil dari planet bumi. Menang urutan paling bontot.

Yak, kembali ke omongan dunia waras.

Intinya, pada bagian-bagian hidupku yang aku paling inget, yaitu masa-masa kuliah, aku merasa hidupku cukup baik-baik saja, dan cukup berbahagia. Banyak hal yang kuinginkan, kuperoleh dengan mudah. Aku pernah merasakan berorganisasi di berbagai macam divisi, dari divisi yang paling kemayu (Pubdekdok), sampe divisi yang paling berotot (Perlengkapan). Untung ya aku nda pernah divisi keamanan gitu. Ntar bakal mirip banget sama tikus putih dipakein seragam satpam yang mengkerut karena dicuci sejuta kali pake lidah sapi.

Nda lagi. Para divisi keamanan di semua kepanitiaan yang kuikuti cool-cool kok. Yah harus dipuji-puji dikit deh, karena kalo nda, aku ntar dimasukkin cool-kas. Jadilah gue tikus putih berseragam satpam yang mengkerut karena dicuci sejuta kali pake lidah sapi, plus diawetin persis mumi berpose lagi kedinginan. Lengkap sudah penghargaan buat gue.

Trus, aku juga pernah ngerasain berorganisasi di bermacam-macam jenis organisasi kampus, mulai dari jenis yang penghuninya separuh malaikat kesasar semua karena baca peta arah jalan ke Surga ternyata kebalik, sampe organisasi "duniawi" alias lembaga kemahasiswaan. Pernah juga dari posisi paling bontot, sampe posisi ketua. Semua juga udah gue sempat cicipin.

Herannya, hampir semua keikutsertaanku dalam organisasi itu dimulai dengan sesuatu yang mulus. Maksudnya aku daftar kepanitiaan ini langsung diterima. Daftar itu langsung diterima. Bahkan ada satu jenis divisi yang aku sukai dalam suatu kepanitiaan, itu aku bahkan nda perlu ndaftar, tapi langsung direkrut. Kebayang nda senengnya, dalam hati kepikir "wah aku mau donk daftar divisi itu, tapi kok khusus divisi itu tidak dibuka pendaftaran ya..." baru selesai mikir gitu tiba-tiba koordinator divisi itu manggil aku "Tin, kamu ta rekrut ya jadi anggota." Jreeengg!! Kaki dicinta, tendangan pun datang. Serasa seperti di Surga.

Belum juga terhitung gue entah kenapa cukup cerdas juga di kampus, padahal dengan kesibukan yang seabreg, gue (ndaaaa, nda pernah titip absen yoo, sori cing hahaha) kadang bingung bagi waktu antara kuliah dan organisasi, tapi kuliah gue juga tetep entah kenapa lancar-lancar aja.

Mungkin temen-temen kurang begitu mengerti, tapi buat aku, masa-masa untuk menangani organisasi di kampus plus sekalian kuliah, dua-dua nya adalah hal yang sama-sama kusenangi. Aku sungguh berbahagia ketika aku mengurus organisasi, tapi ketika aku sedang mendengarkan materi kuliah pun, aku cukup passion. Jadi, untuk mendapatkan nilai baik di kampus (yah, tidak baik-baik amat sih dibandingkan juara satunya angkatanku, tapi ya buat aku cukup baik lah) itu pun aku tidak merasa kesusahan. Jadi masa-masa ketika aku kuliah itu adalah masa-masa I'm in Heaven.

Setelah selesai kuliah pun, untuk mendapatkan pekerjaan, juga bukan suatu hal yang masalah, kalo temen-temen pernah baca ceritaku tentang bagaimana aku mendapatkan pekerjaan di Malang itu.

Lalu, di dalam Gereja, aku mendapatkan pelayanan sebagai pemain Keyboard, itu pun juga karena aku tergabung dalam tim awal praise and worship satelit Pemuda Surabaya Barat ketika satelit Pemuda Surabaya Barat hendak diutus untuk berdiri sebagai satelit terpisah dari satelit Pemuda Surabaya. Jadi aku masuk ke tim PAW, yang notabene music is my life, dengan tanpa audisi, tanpa saringan, tanpa wawancara, dan tanpa harus dibabtis ulang 1000x, aku sudah otomatis tergabung di tim PAW. Jadi, apa lagi kurangnya hidupku?

Ada yang kurang.
Aku tidak pernah gagal.
Bukan gagal dalam arti biasa.
Gagal dalam arti, sesuatu yang aku sudah perjuangkan sungguh-sungguh,
dan ternyata gagal.

Kenapa aku bilang begitu? Karena seperti cerita di atas, aku benernya di dalam kehidupanku yang sebelum-sebelumnya (bukan, ini bukan berbicara tentang reinkarnasi, bila anda bertanya-tanya), aku nda pernah bener-bener mengeluarkan semua kekuatan terbaikku untuk mencapai ke suatu tujuan yang menjadi sasaranku, karena seakan-akan dengan menggerakkan kelingking saja, maka tujuanku tercapai. Yea, hidupku itu semudah itu! Meskipun memang ada kegagalan di sana-sini, tapi menurutku itu bukanlah kegagalan yang fatal -- semua kegagalan yang pernah kubuat, itu masih dapat diperbaiki.

Tapi hari ini, sesuatu yang sudah kuusahakan sampai (hampir) titik darah penghabisan karena sudah berulangkali donor darah sampe hampir semaput, hari ini aku merasa gagal total dengan kejadian bahwa group band yang aku bentuk untuk lomba -- yang entah kenapa anak-anak itu secara langsung dan tidak langsung, menunjuk aku sebagai koordinator tim itu -- blas sama sekali tidak masuk dalam hitungan tiga besar.

Sebenarnya bila dikatakan kenapa kok kalah, jelas jawabannya: tim yang masuk juara tiga besar itu memang jelas-jelas mainnya jauh lebih baik dari kita.

Tapi mau dilepas begitu saja juga aku kurang terima.

Ini adalah latian musik paling niat yang pernah kugelar. Untuk mempersiapkan diri demi grand final, selama sebulan itu bila dihitung-hitung, kita bisa latian sampe tiga kali seminggu. Malah hari-hari terakhir itu kita latihan tiap hari. Secara ego, kalo juara tiga aja nda masuk, ya keterlaluan.

Tapi kenyataannya, bahkan ketika juara tiga dipanggil, bukanlah nama group band kita.

Sekali lagi, aku tau alasan juri kenapa kok tim tiga besar itu masuk tiga besar. Mereka memang jauh lebih enak. Tapi secara harga yang sudah dibayar, rasa nda rela itu tetap ada.

Kalau mau dikatakan sih, memang banyak hal positif yang aku dapet selama mengurus persiapan lomba band ini. Skill ku dan anak-anak yang laen itu secara tidak sadar terupgrade, karena kapasitasnya dipaksa untuk berkembang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta, 17 Agustus 1945. Eh... salah ya...

Yang pasti, banyak hal positif lah yang sebenarnya sudah kuterima. Hubunganku dengan anak-anak band itu menjadi lebih kompak. Perkembangan hubunganku dengan mereka selama 2 bulan ini jauh lebih pesat ketika selama 6 tahun ini berteman dengan mereka. Lha bagaimana tidak, hampir setiap hari ketemu untuk latian musik. Feelingku dengan mereka semakin berkembang. Satu sama lain semakin saling mengerti dan dapat saling menutupi. Menurutku itu sendiri sudah cukup untuk sebagai hadiah dari lomba ini, lha karena aku sama mereka kan masih terus maen di kebaktian tiap minggu, bukan cuman pas lomba ini aja.

Tapi tetep ada perasaan nda rela.

Mungkin ini kali pertama aku merasakan bagaimana aku gagal yang benar-benar gagal untuk mencapai sesuatu, sebab ini adalah kali pertama aku berusaha untuk memperjuangkan sesuatu dengan seakan-akan tanpa bantuan, murni kemampuanku sendiri. Selama kehidupanku yang sebelum-sebelumnya, itu seakan-akan hidup versi difficulty easy ato very easy ato super duper kuper easy gitu. Tapi yang ini, baru terasa, hidup yang berjalan dalam difficulty normal.

Tapi entah kenapa, aku pun juga nda terlalu tenggelam dalam perasaan tidak rela yang berkepanjangan. Entah kenapa, aku jadi malah bersemangat. Aku malah merasa, "Ya! Ini baru hidup yang memiliki tantangan! Dan tantangan itu bukan tantangan yang mustahil dikalahkan!" aku baru bisa berkata bahwa jalur hidupku di bidang musik itu benar-benar adalah jalur hidup yang kuperjuangkan dengan kekuatan sendiri. Dan memang, buahnya terasa jauh lebih manis meskipun bahkan keadaan adalah gagal. Entah kenapa, ketika aku memperjuangkan group band ini, aku merasa bahwa aku paling hidup saat itu, aku merasa menjadi seorang cowok yang bener-bener cowok. Mungkin itulah kenapa di beberapa posting yang sebelumnya aku pernah berkata, jalur hidupku di bidang musik mau gimana-gimanapun nda akan aku lepas. Karena di dalam musik itu aku menemukan passionku yang sesungguhnya, sekalipun justru tantangan malah semakin banyak.

Aku memang merasa tidak rela, tapi aku tidak pernah menyesal mendaftar di lomba band ini. Andai kata tahun depan diadakan lagi, aku pasti akan membuat tim ku menjadi tim paling pertama yang mendaftarkan diri. Karena ternyata dengan mendaftar lomba band ini, aku menemukan "teman-teman baru tapi lama" yang selama ini tidak pernah kusapa benar-benar sebagai teman. Namun hari ini, setelah lomba band usai, aku tiba-tiba menemukan mereka sebagai tim, yang memiliki arti lebih dalam beribu-ribu kali lipat ketimbang teman.

"Nobody, who has done their best, would ever feel regret." - Unknown

Surabaya, 16 Juli 2008, pukul 24.23.
Dedicated for my band team.

2008.07.15

100th post: R: 100% blue

Boy_sad2 Today I feel in blue. Yeah, mungkin bukan 100% perasaanku merasa sendu seh. Tapi entah kenapa tepat pada postingku yang ke 100 aku harus menceritakan bahwa aku sedang sendu. Lebih tepatnya bercampur aduk. Tidak terlalu bercampur aduk juga seh. Yang pasti masih lebih baik perasaannya daripada harus jalan 10 kilo pake tangan ato dikitikin pake bulu ayam sampe semaput. Tapi tetap saja, sekalipun di mulut aku berkata bahwa "keluarga prioritas utama!", di dalam hati aku tetap merasa ada sesuatu yang hilang ketika aku mengetahui bahwa sebuah rencanaku yang sudah kususun sejak dua bulan sebelumnya kacau berantakan. Aku tidak yakin apakah aku ngaboti harga tiket pesawatnya, ato aku ngaboti orang-orang (atau seseorang?) yang harusnya kutemui jika aku jadi pergi, ato mungkin aja aku cuman ngaboti kacang goreng gratisan yang kalo setiap aku pergi naik pesawat selalu dapet (dan aku selalu minta tambah).
Ya nda lah!
Mungkin kalo beberapa waktu yang lalu, aku seakan-akan benar-benar mengerti apa yang ku mau (Sprite harus membayarku karena aku berulangkali menyebutkan slogannya). Tapi saat-saat ini aku sendiri tidak yakin apa itu hal yang benar-benar ku mau. Semakin aku menulis post ini, semakin aku merasa sendu.
Namun, bila hendak dikatakan, bahwa perjalanan ini tidak terjadi oleh karena memang Tuhan benar-benar tidak menghendakinya (bukan hanya karena kebetulan alamiah), maka apakah yang hendak kukatakan, selain puji dan syukur buat semua jalan-jalanMu yang tidak kupahami?

Walaupun sebenarnya...
aku sedikit banyak tahu kira-kira kenapa Dia tidak setuju aku pergi.

Jadikan aku indah, yang Kau pandang mulia.
Seturut karyaMu, di dalam hidupku.
Ajar ku berharap, hanya kepadaMu.
Taat dan setia, kepadaMu Tuhan.

Andaikan nanti jawabanMu...
Tak seperti yang aku mau...
Aku mau tetap bersyukur...
Memuji namaMu...

Biarlah kutahu tanpaMu...
Betapa terbatasnya aku...
Agar aku tetap bergantung penuh,
PadaMu oh Yesusku...

Semoga postingan ke 100 ini menandakan dimulainya jalan baru dalam kehidupanku, bahwa Allah, sekalipun kelihatannya membiarkan, tidak pernah tutup mata terhadap masa lalu ku yang harus segera kutinggalkan. Hari ini aku benar-benar melihat penggenapan ayat "manusia merencanakan, tapi Tuhan yang menentukan".

Gresik, 15 Juli 2008, pukul 14.28.